Sunday, January 18, 2015

Proses Inburgeringexamen di Belanda


Kali ini saya mau nulis post sambungan tentang proses imburgering di Belanda. Imburgering ini wajib bagi mereka yang stay di Belanda dalam jangka waktu lama, misalnya karena menikah dengan WN belanda. Kalo yang tinggal karena misalnya ikut suami yang kuliah atau bekerja yang saya tahu tidak perlu ikut proses imburgering. Setelah sebelumnya di Kedutaan Belanda di Jakarta harus lulus Basisexamen / level A1 untuk mendapatkan MVV maka setelah tinggal di Belanda diberi waktu selama 3 tahun untuk lulus Inburgeringexamen. Ini adalah ujian naturalisasi level berikutnya. Bagi yang menginginkan untuk menjadi warga Belanda wajib lulus ujian ini plus tinggal minimal selama 5 tahun. Tetapi bagi yang hanya memerlukan ijin tinggal pun (tidak beralih kewarganegaraan) tetap diberi waktu 3 tahun untuk lulus. Hmmmfftt….yah memang Belanda sudah kebanyakan pendatang ya hehe…

Saya yang datang ke Belanda di penghujung tahun 2013 mulai kursus persiapan Imburgeringexamen ini pada bulan Februari 2014. Cari tempat kursus yang dekat rumah dan kebetulan ada tempat kursus yang track recordnya bagus, gurunya pun specialized. Awalnya cari-cari di internet dan nemu page Inburgeringexamen di Facebook. Dari page ini saya tahu guru bahasa Marilene yang punya sekolah persiapan Inburgering dan semua level bahasa Belanda lainnya. Biaya yang dikeluarkan sekitar 500-an euro sudah termasuk 2 buku dan di kelas disajikan kopi/teh dan kue.

Inburgeringexamen mempunyai 5 bagian test, yaitu : Spreekvaardigheid (speaking), luistervaardigheid (listening), schrijvaardigheid (writing), leesvaardigheid (reading) dan KNS - Kennis van de Nederlandse Samenleving (pengetahuan kehidupan masyarakat Belanda). Semuanya harus lulus dengan skor tertentu, yang apabila tidak lulus harus diulang lagi dan bayar lagi pastinya. Dari 5 bagian ini bila ada bagian yang tidak lulus maka hanya bagian tersebut yang diulang. Kita juga bisa daftar jenis ujian yang kira-kira kita siap, tidak harus semua berbarengan. Berbeda dengan Basisexamen sewaktu di Jakarta, semua jenis tes harus dilakukan pada hari yang sama dan bila salah satu bagian ada yang tidak lulus maka harus diulang semua. Tapi kalau tidak salah peraturannya diubah sejak Januari 2015. Plus katanya sih tes TGN yang paling sulit mau dihilangkan…wah asiknyaa… Kabarnya ujian di negara asal memang dipermudah tetapi Inburgeringexamennya yang dipersulit. Jadi akan ada tipe ujian baru gitu yang berkaitan dengan bagaimana mencari pekerjaan di Belanda… Alhamdulillah saya tidak perlu melewati karena masih ikut aturan lama.

De Taal Vraag, nama kursus yang saya ikuti punya waktu belajar seminggu sekali dengan grup kecil (teman sekelas saya ada 2 orang, dari Philipina dan Kenya). Belajar setiap Selasa jam 18.30-20.00 dan harus mengerjakan peer di rumah sekitar 10 jam per minggu (kayaknya lebih deh huhu…). Jadi dominan self-study di rumah kemudian kalau ada kesulitan didiskusikan di kelas. Total ada 16 pertemuan sehingga diharapkan Juni 2014 beres dan bisa ikutan examen level A2. Buku yang digunakan ada 2 yaitu Code Plus (level 2) dan Welkom in Nederland. Buku yang kedua untuk persiapan ujian KNS yang penulisnya adalah Marilene sendiri. Di akhir kursus kami dikasih semacam simulasi bagaimana menghadapi situasi ujian yang sebenarnya. Cukup sulit juga sih untuk saya terutama dalam menghapal kata-kata baru dan menangkap kalimat-kalimat yang diucapkan Nederlanders. Mereka bicaranya cepat dengan ‘g’ dibaca ‘kh’ yang kuat. Tugas-tugas yang dikerjakan menjawab pertanyaan yang didasarkan pada cerita yang harus didengar. Belum lagi harus tau susunan kalimat dan gramatika-nya…
 
Buku Bahasa Indonesia-nya abaikan yah...itu punya suami yang sedang belajar Bahasa Indonesia hehe....
Selesai kursus pada bulan Juni saya ga langsung daftar ikutan Inburgering di DUO karena pas libur summer dan waktu itu liburan ke Maroko. Saya daftar untuk bulan Agustus lewat website DiGid yang konek ke ‘mijn imburgering’ DUO. DiGid sendiri merupakan website di mana setiap penduduk Belanda mempunyai account untuk berhubungan dengan kota praja/gemeente atau lembaga lainnya dalam urusan kependudukan. Saya tidak perlu ikutan tes Spreekvaardigheid karena skor TGN saya di atas 37 jadi dapat excemption. Untuk bisa dapat excemption harus mengajukan dulu ke DUO dengan mengisi formulir dan akan ada jawaban dari DUO berupa surat excemption. Bayar untuk 4 macam ujian 190 Euro, bisa memilih tanggal dan waktu yang diinginkan asalkan slot masih tersedia. Saat hari-H datang 30 menit sebelumnya, langsung ke loket petugas untuk konfirmasi dan dikasih kunci loker untuk menaruh barang yang dibawa. Saat tiba waktu ujian, nama kita akan dipanggil satu-satu untuk menempati meja yang sudah ditentukan. Semua tes dilakukan lewat komputer kecuali tes writing. Setiap akan memulai suatu ujian akan ada contoh soal terlebih dahulu dan cara menjawab. Tegang sudah pasti tapi harus tetap tenang dong supaya bisa mikir hehe… Manfaatkan waktu jeda antara tes untuk membaca-baca buku dan berdoa pastinya. Kalau rajin belajar dan latihan pasti lulus kok! Btw, sebelum ujian kita harus setuju berjanji untuk tidak membeberkan soal-soal ujian lewat media apa pun.

Luluuusss.....

Untuk semua tes pengumuman kelulusannya cepet ko, kalo ga salah cuma 2 hari udah bisa dicek di DiGid kecuali tes writing karena mereka memerlukan waktu untuk mengecek struktur kalimat atau ketepatan kata yang kita berikan saat menjawab tes. Untuk writing ini menunggu sekitar 2-3 minggu. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus…plong deh… sebuah surat pemberitahuan yang diantar ke rumah menjadi surat yang dinanti-nanti. Di surat itu juga tertera tanggal kapan kita bisa ambil diploma atau tanda bukti kelulusan. O ya proses inburgering ini ada 2 cara, selain ikut tes ini kita juga bisa langsung ‘loncat’ ikutan ujian Staatexamen NT2 yang levelnya lebih tinggi. Baca semua hal yang berkaitan dengan inburgering di website www.inburgeren.nl . Bagi semua yang sedang mempersiapkan ikut ujian Bahasa Belanda…..ik wens jullie success yaa…

5 comments:

  1. Selamat sore,

    Waahh...bacanya jd ikut deg2an...hehhehehe....
    Btw, boleh tau nama tempat kursusnya kah mba?
    Terimakasih & salam kenal

    -cathy-

    ReplyDelete
  2. Hi Mbak,
    Salam kenal :)
    Aku seneng banget baca blognya karena kasih aku gambaran terutama ttg proses MVV & Inburgeringexamen di Belanda nanti. Makasih byk yaaa

    Aku kebetulan udah lulus ujian yg di Indo Mbak, tapi skrg lagi liburan dulu di Belanda pake visa turis sekalian jenguk keluarga yg tinggal disini, baru balik April nanti deg2an deh ngurusnya apalagi yg urusan legalisasi itu, byk denger org2 dipersulit sama agent dan males bayangin urusan sama birokrasi Indo :)

    Regards
    Winny

    ReplyDelete